CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Tuesday, September 1, 2009

Manusia Lupa - Ones



Whats up, Whats up
Manusia pelupa

Manusia lupa asal-usulnya
Dia tersangka, dia segalanya
Yang pelupa itulah namanya
Dan yang terleka itulah manusia

Ramai manusia tak kenal dirinya
Dijadikannya makhluk sempurna
Diuji sementara dimuka dunia
Bertanggung ia pada perlakuannya

Manusia lupa, manusia alpa
Manusia bersahaja,manusia leka
Manusia berlari mengejar mimpi
Apa yang dicarinya ternyata illusi

Manusia runsing bila ia prasangka
Semua sekeliling menjadi musuhnya
Manusia fikir mencipta sengketa
Moga ia beruntung darinya

Bila berjaya terdetik rasa bangga
Dilubuk hatinya pula ia bicara
Bermegah-megah dalam diam berkata
Lupa seketika pada penciptanya

Manusia lupa, manusia alpa
Manusia bersahaja,manusia leka
Manusia berlari mengejar mimpi
Apa yang dicarinya ternyata illusi

Ramai manusia inginkan kebendaan
Biar pun caranya, cara kekerasan
Akhirnya dia tak tentu haluan
Bila ada saja yang hasad dengki memandang

Zahirnya tenang, batin haru biru
Itu nasibnya manusia menipu
Biarkan saja ku bersyukur selalu
Dan biarkan luncai terjun bersama labu

Manusia lupa, manusia alpa
Manusia bersahaja,manusia leka
Manusia berlari mengejar mimpi
Apa yang dicarinya ternyata illusi

Satu nafaz, satu lafaz
Satu kalimah, satu syahadah
Kita terleka, terkelu lidah
Terkunci hati, diremote control
Rasa gila kuasa, rakus tamak haloba

Hei orang kita telah mencipta
Tuhan mereka mesin berhala
Hei orang kita memuja-muja
Si kotak sakti tidak bernyawa

Wahai penghuni penyewa alam semesta
Duhai jiwa termenung terpukau silau sihir dunia
Apakah masih buta tuli di dalam hati
Mestikah lagi menipu diri sendiri
Kiblat mu kini menjadi --- 5 2 inci
Takwa mu pula --- terhias indah terkunci rapi dalam almari kaca

Manusia lupa, manusia alpa
Manusia bersahaja,manusia leka
Manusia berlari mengejar mimpi
Apa yang dicarinya ternyata illusi

Satu nafaz, satu lafaz
Satu kalimah, satu syahadah
---
Hapuskan haloba dan ingin
Nafsu dan mahu, terlepas waktu, terabaikan mu
Sehingga tidak ku rasa kering nafasmu
Harap kau begitu dekat dengan jantungku
Kau pujuk diriku ketika menyeru manakala aku selalu melupakan mu

Satu nafaz, satu lafaz
Satu kalimah, satu syahadah
Satu lafaz awal pertama menyambut keagungan semesta dengan zikir ibadah

0 comments: